Tampilkan postingan dengan label Tafsir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Februari 2015

Renungan Firman Alloh “Tegakkanlah Shalat, Tunaikanlah Zakat”


Kebanyakan ayat Al Qur’an yang di dalamnya menyebutkan kata ‘zakat’ selalu di sandingkan dengan kata ‘shalat’. Maka kita temukan semisal firman Alloh Ta’ala ;

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ

“Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan,.” [QS : At Taubah : 5]

Demikian pula ayat ini :

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ

“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama” [QS : At Taubah : 11]

Pada ayat yang lain pun cukup banyak, tepatnya kata ‘zakat’ di dalam Al Qur’an yang di sandingkan dengan kata ‘shalat’ ada pada 24 ayat. Pada surat Al Baqarah ada pada ayat yang ke 43, 83, 110, 177, dan 277. Dalam surat An Nisaa ada pada ayat ke 77 dan 162. Pada surat Al Maidah ada pada ayat yang ke 12 dan 55. Pada surat At Taubah ada pada ayat ke 5, 11, 18 dan 71. Lalu pada surat Al Anbiya ada pada ayat ke 73, pada surat Al Hajj ada pada ayat ke 41 dan 78, An Nuur pada ayat ke 37 dan 56, An Naml pada ayat ke 3, Luqman pada ayat ke 4, Al Ahzab pada ayat ke 33, Al Mujadalah pada ayat ke 13, Al Muzammil pada ayat ke 20 dan terakhir Al Bayyinah pada ayat yang ke 5. Tentunya lantas muncul di benak kita satu pertanyaan besar, mengapa demikian,.??

Minggu, 25 Januari 2015

Sepenggal Kisah Nabi Zakaria

كهيعص (1) ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا (2) إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا (3) قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا (4) وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا (5) يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا (6) يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا ((7)

“Kaf Ha Ya ‘Ain Shad (1) (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Rabb kamu kepada hamba-Nya, Zakaria (2) yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut (3) Ia berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku (4) Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, (5) yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai (6) Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (dikaruniai) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia (7)” (QS : Maryam : 1-7)

Ayat-ayat di atas, yaitu awal surat Maryam dari mulai awal ayat hingga ayat ke sebelas menceritakan tentang Nabi Zakaria. Beliau merupakan salah seorang Nabi yang agung dari Nabi-Nabi untuk kalangan Bani Israil. Dan sebagaimana di riwayatkan oleh Imam Muslim beliau adalah seorang tukang kayu yang makan dari hasil usaha ke dua tangan beliau sendiri. [lihat Al Yasir Fi Ikhtishari Tafsir Ibni Katsir hal. 1106 Dar Al Hudah Lin Nasyr-Jeddah]

Beliau juga merupakan anak keturunan dari Nabi Sulaiman bin Dawud -‘alaihi as-salam-, dan beliaulah yang merawat Maryam ibunda dari Nabi Isa. Maryam binti ‘Imran bin Maataan juga masih merupakan anak keturunan Nabi Sulaiman. Ibunda Maryam bernama Hannah, yang memiliki saudari perempuan bernama iisaa’, dan inilah yang menjadi istri Nabi Zakaria yang juga merupakan bibi dari Maryam. Oleh karenanya Nabi Zakaria lah yang merawat Maryam karena masih merupakan keponakan dari istrinya. [Al Mukhtashar Fi Akhbaril Basyar Abul Fadaa. 1/19 Maktabah Syamilah]

Alloh berfirman mengenai hal ini :

Rabu, 12 November 2014

FAIDAH HUKUM DARI AYAT QISHOS (Bag. 1)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَى بِالْأُنْثَى فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ (178) وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (179)

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu melaksanakan qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan. Tetapi, barangsiapa yang memperoleh maaf dari saudaranya, hendaklah (yang mema'afkan) mengikutinya dengan cara yang baik, dan membayar diat (tebusan) kepadanya dengan baik (pula). Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhan kamu. Barangsiapa yang melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat siksa yang sangat pedih. Dan dalam qishaash itu ada (jaminan) kehidupan bagimu, wahai orang-orang yang berakal, agar kamu bertakwa.”

Sebab Turunnya Ayat

Terdapat riwayat dari Qatadah, bahwasannya orang-orang jahiliyah mereka memiliki sifat suka mentaati perintah syaiton, dan kebiasaan di masyarakat mereka, jika mereka merasa memiliki kekuatan, kekuasaan dan tak terkalahkan maka jika budak mereka membunuh budak orang lain mereka lantas mengatakan ; “Kami tidak akan menuntut balas atas kematian ini kecuali kami akan membunuh orang yang merdeka diantara mereka,.”. Ini adalah dalam rangka menampakkan kekuatan dan keutamaan mereka kepada orang lain. Dan apabila isteri mereka membunuh isteri orang lain maka mereka juga mengatakan ; “Kami tidak akan menuntut balas atas kematian ini kecuali kami akan membunuh laki-laki dari kalangan mereka,.”. Maka kemudian Alloh menurunkan ayat ini. [[1]]
Maka ayat ini turun berkenaan dengan perbuatan orang jahiliyah yang mereka menghendaki menuntut balas atas pembunuhan yang terjadi pada mereka, namun secara berlebihan. Maka Alloh jelaskan hukum yang adil pada mereka sebagai bantahan atas perbuatan mereka yang berlebihan tersebut.

Senin, 03 Februari 2014

DI GIRING KE PINTU YANG MANAKAH KITA NANTI,..?!

وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا قَالُوا بَلَى وَلَكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ * قِيلَ ٱدْخُلُوۤاْ أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَبِئْسَ مَثْوَى ٱلْمُتَكَـبِّرِينَ * وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ * وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

“Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahanam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?” Mereka menjawab: “Benar (telah datang)”. Tetapi telah pasti berlaku ketetapan adzab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan (kepada mereka): “Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam itu, sedang kamu kekal di dalamnya”. Maka neraka Jahanam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya." Dan mereka mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam syurga di mana saja yang kami kehendaki; maka syurga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal." (QS : Az Zumar : 71-74)

Tentu sebagai manusia kita mengharapkan tempat kembali yang baik kelak di akhirat nanti. Namun itu semua tergantung apa yang kita usahakan di dunia ini. Di karenakan Alloh memberikan balasan sesuai dengan apa yang kita kerjakan.

Minggu, 01 Desember 2013

TAFSIR ISTIADZAH

Oleh : Abu Ruqoyyah Setyo Susilo
 
Manusia tidak akan pernah lepas dari godaan syaiton yang senantiasa menyertai dan membisikkan syubhat dan was-wasnya kepada manuasia agar ia terjerembab ke dalam Neraka jahannam. Bisikan-bisikannya tidak akan pernah berhenti hingga hari kiamat nanti. Dialah yang telah mengeluarkan nenek moyang kita dari dalam syurga, yaitu Adam dan Hawa. Ini sebagaimana yang telah di kabarkan oleh Alloh dalam firmanNya :

يَا بَنِي آَدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ

"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat tertipu oleh syaiton sebagaimana dia telah mengeluarkan kedua Ibu Bapakmu dari Syurga,." (QS : Al A'raf  : 27)

Itulah yang telah di perbuat syaiton, yaitu menipu Nabi Adam dan Hawa, sehingga di keluarkan oleh Alloh dari dalam Syurga. Di dalam ayat yang lain Alloh juga mewanti-wanti agar kita berhati-hati darinya, dan agar kita juga menjadikan ia musuh bagi kita. Alloh berfirman :

Sabtu, 28 September 2013

DIANTARA SIFAT YAHUDI : SUKA MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN

Oleh : Abu Ruqoyyah Setyo Susilo


ِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ (159) إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (160) إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (161) 
خَالِدِينَ فِيهَا لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ (162)

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati. kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam laknat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh. (QS : Al Baqarah :159-162)

Rabu, 03 Oktober 2012

Belumkah Merasa Terpanggil Untuk Berhaji,.?

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,.” (QS : Al Hajj : 27)



Ibadah haji merupakan kewajiban dan termasuk rukun Islam, yang denganya tegaklah pondasi-pondasi keislaman kita. Ibadah ini di wajibkan kepada seluruh umat Islam yang mampu untuk mengerjakannya. Hanya bagi yang mampu, mengapa,..? Di karenakan di dalam ibadah ini membutuhkan cukup bekal baik fisik maupun materi. Perjalanan yang jauh ke tanah suci memerlukan fisik yang prima, dan materi yang tidak sedikit, oleh karenanya ibadah ini hanya menjadi wajib bagi orang yang memiliki cukup bekal baik fisik maupun materi.

Kamis, 19 Juli 2012

Alhamdulilah, Akhirnya Yang Kunanti Sudah Di Pelupuk Mata,....

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS : Al Baqarah : 185)

Rabu, 04 Juli 2012

Tafsir Surat Ad Dukhan Ayat 3-6 (Mengenai Malam Nisfu Sya'ban)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ * فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ * أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا ۚ إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ * رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, sebagai rahmat dari Rabbmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,.” (QS : Ad Dukhaan : 3-6)

Pendahuluan

Kaum Muslimin khususnya yang mempunyai kebiasaan merayakan malam-malam nisfu sya’ban menafsirkan ayat-ayat dalam surat Ad Dukhaan di atas dengan penafsiran yang di kaitkan dengan keutamaannya. Terlebih lagi di tambah dengan banyaknya riwayat-riwayat yang ada (meskipun mayoritas dhaif). Hal itu semakin menguatkan keyakinan mareka bahwa malam yang di maksud dalam ayat-ayat di atas adalah malam-malam nisfu sya’ban. Benarkah demikian,.? Marilah kita coba menilik pendapat para ahli tafsir mengenai ayat-ayat diatas,.

Selasa, 26 Juni 2012

Inilah Diantara Sifat Buruk Yahudi

قُلْ إِنْ كَانَتْ لَكُمُ الدَّارُ الْآخِرَةُ عِنْدَ اللَّهِ خَالِصَةً مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ [٩٤]وَلَنْ يَتَمَنَّوْهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ [٩٥]  وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَىٰ حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ 
الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ [٩٦]

Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar. Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya. Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS : Al Baqarah : 94-96)

Muqadimah

Yahudi (Bani Israil) adalah bangsa yang kita kenal dari dulu sampai sekarang memiliki perangai yang buruk. Mereka senantiasa memusuhi dan memerangi Islam semenjak masa Nabi Muhammad Shalallohu alaihi wa Sallam. Maka tidaklah mengherankan apabila Alloh menyebutkannya di dalam firman-Nya :

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا 

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik,” (QS : Al Maidah : 82)

Rabu, 23 Mei 2012

Sesungguhnya Aku Hanyalah Seorang Pemberi Peringatan

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا ۗ مَا بِصَاحِبِهِمْ مِنْ جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ * أَوَلَمْ يَنْظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ وَأَنْ عَسَىٰ أَنْ يَكُونَ قَدِ اقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ ۖ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ

“Apakah mereka tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan. Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka. Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu?” (QS : al A’raf : 184-185)

Pendahuluan

Dakwah memang memiliki banyak kendala dan rintangan baik dahulu hingga saat ini. Tak jarang dari kendala-kendala yang ada membahayakan jiwa juru dakwah. Lantaran apa yang ia dakwahkan bertentangan dengan adat istiadat setempat, atau pemahaman yang salah dari mereka. Kendala itu juga yang dahulu Nabi dan para sahabat hadapi pada saat menebarkan kalimat tauhid. Cacian, celaan, dan hinaan kerap kali mereka dengar, bahkan ancaman untuk di bunuh. 

Rabu, 18 April 2012

Perniagaan Yang Menyelamatkan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ * تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ 
وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, maukah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS : as Shaf : 10-11)

Berkaitan dengan ayat ini Muqatil mengatakan : “Ayat ini turun kepada ‘Utsman bin Madz’un, ia berkata kepada Nabi : “Wahai Rosululloh, apabila engkau mengizinkanku niscaya aku akan menceraikan istriku, aku akan menjadi Rahib dan akan ku kebiri diriku, aku tidak akan memakan daging, tidak tidur di malam hari dan akan berpuasa di siang harinya selamanya.”, maka Nabi Shalallohu ‘Alaihi wa Sallam lalu mengatakan :

Senin, 02 April 2012

Seperti Inilah Hari Kiamat,..!

إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ * لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ * خَافِضَةٌ رَافِعَةٌ * إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا * وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا * فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا

“Apabila terjadi hari kiamat, tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya, merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan.” (QS : al-Waaqi’ah : 1-6)

Pendahuluan

Kejadian-kejadian pada hari Kiamat merupakan perkara yang ghoib yang hanya di ketahui oleh Alloh Ta’ala, tidak ada satu makhluk-pun di muka bumi ini  yang mengetahui perihal kejadian itu. Akan tetapi Alloh memberikan gambaran kepada kita mengenai kejadian tersebut di dalam Al-Qur’an agar manusia mengambil pelajaran darinya, sehingga menambah keimanan dan ketakwaan kepada Alloh Ta’ala.

Senin, 12 Maret 2012

Larangan Berperang Pada Bulan Haram

الشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمَاتُ قِصَاصٌ ۚ فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا 
اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah dia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS : Al Baqarah : 194)

Ada dua pendapat berkaitan dengan sebab turunya ayat ini. Pendapat yang pertama adalah

Jumat, 24 Februari 2012

Menepis Syubhat Kematian Nabi Isa ‘Alaihi as-Salam

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir,..". (Surat Al Imron, ayat 55)

Pendahuluan

Permasalahan ini kami angkat lantaran ada sebagian orang salah dalam memaknai ayat ini. Mereka mengedepankan akal dalam memahami ayat ini, sehingga menyelisihi pemahaman para ulama, khususnya para ulama ahli tafsir. Padahal permasalahan ini merupakan permasalahan ghoib yang terjadi sebelum dilahirkannya Nabi r, yang tentu jika kita ingin mengkajinya lebih mendalam haruslah merujuk pada para ulama yang lebih mengetahui akan makna ayat yang mulia ini dan lebih berkompeten di bidangnya tidak hanya megedepankan akal dalam memahami ayat ini, apalagi hanya menafsirkan secara dhohir dari kalimat yang ada.

Kamis, 09 Februari 2012

JANGAN MENDEKATI ZINA,..!!


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Surat Al Isro’, ayat 32)

Pendahuluan

Kerusakan moral dan akhlak tampaknya sudah mengakar di tubuh masyarakat negeri ini, maraknya pergaulan bebas sampai perzinaan makin lama makin mengkhawatirkan kita sebagai umat Islam. Salah satu pemicu terjadinya hal ini adalah budaya kaum muda sekarang yang mereka adopsi dari budaya orang kafir, yang mereka kenal dengan istilah “pacaran”,

Kamis, 02 Februari 2012

Larangan Sifat Khianat

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Alloh dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." (Surat Al Anfaal, ayat 27).

Sebab Turunnya Ayat

Mengenai ayat (لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ) Ibnul Jauzi menyebutkan ada empat pendapat tentang kepada siapa ayat ini turun, diantarannya pendapat tersebut adalah :

Senin, 30 Januari 2012

Makna "Thoghut" Di Dalam Al Qur'an

Makalah ini kami tulis setelah kami berdiskusi secara panjang lebar dengan salah satu aktivis pengusung dakwah ‘khilafah’. Ia selalu menggunakan kata-kata toghut dalam membahasakan pemerintah. Seolah kata-kata ‘toghut’ yang terdapat di dalam berbagai ayat di Al Qur’an hanya memiliki makna ‘pemerintah yang kafir’. Padahal tidak demikian, tidak tepat jika kita maknakan selalu seperti itu. Ini sama saja menyempitkan makna ‘toghut’ dan menyamakannya antara makna pada satu ayat dengan ayat yang lain. Oleh karenanya kami ingin menegaskan di sini bahwa makna kata 'thaghut'  yang terdapat di dalam Al Qur'an tidak hanya bermakna seperti itu. Mudah-mudahan uraian di bawah ini bermanfaat.

Senin, 19 Juli 2010

Janganlah Mudah Menghukumi “Kafir”,..!!


وَمَن لَّمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُوْنَ


"Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah maka mereka itulah orang-orang yang kafir." (Al-Maidah: 44)

Sering kali kita mendengar perdebatan permasalahan seputar ayat yang mulia ini, bahkan sebagian dari kita tidak segan-segan untuk menghukumi saudaranya yang lain dengan hukum “kafir” berdalil dengan ayat ini. Lantas bagaimanakah sebenarnya pandangan ulama dalam menjelaskan ayat ini.? Kita coba simak uraian singkat berikut ini,..

Minggu, 06 Desember 2009

Engkaulah Umat Terbaik,...


كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Engkau adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Alloh,…..”
Sebab Turunnya Ayat
Sebab turunnya ayat ini adalah suatu ketika Malik bin Dhoif dan Wahab bin Yahud dua orang Yahudi berkata kepada Ibnu Mas’ud dan Salim budak dari Abu Hudzaifah (atau Ubay bin Kaab, dan Mu’adz bin Jabal) :
 

ABU RUQOYYAH Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template | Supported by denkhoir